Deadline Menumpuk, Ini Caranya Agar Lebih Produktif

Orang bilang capek karena bekerja lebih baik daripada lelah karena kurang kerjaan. Ungkapan ini ada benarnya, sih. Tapi, manusiawi kok, kalau kamu merasa lelah lahir batin saat deadline menumpuk dengan nyaris tanpa jeda. Tarif nafas dulu, kemudian yuk berpikir jernih supaya kamu lebih produktif di tempat kerja dan bisa menepati segala deadline yang sudah menunggu. Nah, di bawah ini adalah beberapa cara agar kamu bisa membagi waktu dengan baik dan selalu produktif di tengah gempuran pekerjaan yang rebutan minta diselesaikan.

Menentukan skala prioritas

Ketika deadline begitu rapat sampai kamu sendiri bingung mana yang harus dikerjakan lebih dulu, duduklah dengan tenang. Kemudian buat catatan mengenai pekerjaan apa saja yang perlu diselesaikan dan buat daftar prioritasnya. Prioritas ini bisa berdasarkan apa saja, misalnya tingkat kesulitan proyek, lama penyelesaian laporan, hingga deadline yang paling dekat dengan hari ini. Jika membuat skala prioritas pun sulit dilakukan karena kamu merasa semuanya penting, coba diskusikan dengan teman satu tim dan minta pendapat mereka. Dengan begini, kamu jadi lebih fokus dalam bekerja dan pastinya makin produktif.

Belajar membagi tugas

Pekerjaan individu tidak selalu berarti kamu harus mengerjakan semua hal sendirian. Selalu ada bagian dari pekerjaan yang dapat dihandle oleh orang lain. Nah, di sini kemampuanmu membagi dan mendelegasikan pekerjaan diuji. Saat deadline mendekat, kamu akan pusing sendiri jika mengerjakan semuanya seorang diri. Ketahui kemampuan dari anggota timmu dan bagi berdasarkan karakteristik mereka. Misalnya, kamu memberikan pengerjaan laporan kepada teman yang memiliki data lengkap dan cepat dalam mengetik. Atau kamu menyerahkan drafting kepada kolegamu yang sudah ahli dalam menggunakan perangkat lunak sejenis. Namun, pembagian tugas seperti ini sebaiknya dilakukan dengan kesepakatan Bersama karena kolega atau anggota timmu juga punya pekerjaan lain yang menunggu, kan?

Menentukan timeline

Deadline yang terlanjur menumpuk memang tidak bisa dihindari. Mau tidak mau kamu harus menyelesaikan semuanya sesuai dengan tanggal yang ditetapkan. Agar lebih terorganisir dan terpantau setiap progresnya kamu bisa membuat timeline secara detail, bukan hanya tanggal akhir dari tugas tersebut. Misalnya 7 hari dari sekarang kamu harus selesai menganalisa data yang dibutuhkan. Tiga hari setelahnya kamu sudah selesai melakukan peninjauan ke lapangan. Kemudian 5 hari berikutnya kamu mengkonsultasikan laporan pada atasan dan sehari setelahnya kamu siap mempresentasikan laporan yang dikerjakan. Kamu bisa menetapkan timeline untuk semua deadline, supaya tidak ada yang terlupa.

Berdiskusi dengan tim

Pusing menyelesaikan berbagai deadline yang berdekatan? Hei, kamu kan tidak sendirian. Ada kolega dan rekan satu tim yang bisa kamu ajak setidaknya untuk bertukar pikiran atau bercanda untuk melemaskan ketegangan di otak dan tubuhmu. Diskusikan apa saja yang memberatkan produktivitasmu dengan rekan yang kamu merasa paling nyaman. Terkadang justru orang lain yang dapat melihat dengan lebih jernih hal-hal yang rumit dan membuat kamu sakit kepala. Dengan pandangan baru, kamu akan selalu punya ide cemerlang untuk meningkatkan produktivitas dan menyelesaikan berbagai pekerjaan.

Siapkan alat tempurmu

Produktivitas bukan hanya tentang kecepatanmu menyelesaikan segala tanggung jawab. Agar deadline tidak meleset kamu juga memerlukan “alat tempur” yang dapat diandalkan kapan saja. Salah satunya adalah printer dengan spek sesuai kebutuhan dan fitur yang mendukung. Dengan printer yang bagus kamu dapat mencetak semua materi dan juga laporan yang harus dikumpulkan tepat waktu. Jika ingin menunjukkan performa terbaik, tidak ada salahnya memilih harga printer yang agak tinggi namun bisa memberikan hasil cetak yang tajam dan jelas, misalnya saja Canon dengan berbagai serinya.

Sebagai tambahan, harga printer biasanya berbanding lurus dengan spek dan fiturnya. Jika ingin mendapatkan kualitas yang bagus maka jangan ragu untuk berinvestasi pada printer yang kamu gunakan terutama di rumah. Untuk di kantor, tak usah membeli sendiri. Kamu cukup merekomendasikannya pada bagian pengadaan barang atau sarana prasarana agar segera dibelikan. Mantap, kan?

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.